Sunday, February 26, 2006

Hot News: Pemenang Agency Partner Pinasthika 2006



Srengenge Ad. memenangkan pitching agency partner Pinasthika 2006, dengan mengusung tema 'Lawan Keterbatasan, Raih Kemenangan'. Dalam babak final seleksi, Srengenge mengalahkan 2 nominasi lainnya, Bromica (Play No More) dan Mara Ad. (Clear 'n Loud). Sebagai pemenang, Srengenge berhak mendapatkan hadiah senilai Rp 5.000.000,- yang segera akan diberikan Panitia. Selanjutnya, panitia bekerjasama dengan Srengenge akan menyempurnakan hasil pitching ini sehingga diharapkan output-nya bisa lebih maksimal untuk mendukung festival periklanan terbesar di Indonesia ini.

Aspek yang menjadi dasar penilaian - menurut M. Arief Budiman (Ketua Juri / Kabid Humas & Organisasi) - adalah potensial ide, keunikan dan kekuatan karakter tema maupun ikon yang nantinya akan diterapkan di berbagai media sebagai sarana promosi Pinasthika Ad.Festival 2006.

Pinasthika tahun ini rencananya akan digelar pada bulan Juni, waktu dan tanggal pastinya masih dalam pembahasan yang serius dalam kepanitiaan.


Wednesday, December 21, 2005

DARI ULANG TAHUN PPPI KE-33

WUJUDKAN CITA-CITA AWAL PENDIRIAN ASOSIASI

Jakarta, 20 Desember 2005 – Silaturahmi diselenggarakan bersama oleh Pengurus Pusat PPPI dan Pengurus Daerah PPPI DKI, dalam rangka peringatan Ulang Tahun PPPI ke 33, di Casablanca Room Hotel Grand Mahakam Jakarta. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Umum PPPI 2005 – 2008 Narga Shakri Habib bersama Irfan Ramli (Sekretaris Jendral) serta seluruh Pengurus Pusat; Dewan Pertimbangan PPPI; Ketua Pengda PPPI DKI Adnan Iskandar beserta Pengurus Daerah DKI, Perwakilan Pengda PPPI Jawa Tengah Harry Affandi. Pemandangan langka di acara ini adalah berkumpulnya para penggerak PPPI di masa awal berdiri hingga saat ini. Diantaranya Savrinus Suardi Wakil Ketua PPPI pada saat pendiriannya di tahun 1972, bersama dengan para mantan Ketua, Sekjen dan Pengurus pendahulu seperti Billy, G. I. Islan, Syarifuddin Noor, Jusar Junin, Wisaksono Noeradi, Baty Subakti, Yusca Ismail, Koes Pudjianto, RTS Masli serta sejumlah aktivis industri periklanan nasional.

Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia didirikan pada tanggal 20 Desember 1972, menggantikan asosiasi sebelumnya Persatuan Biro Reklame Indonesia (PBRI). Penggunaan istilah “biro reklame” dipertimbangkan sudah tak cocok lagi, pada masa itu. Istilah “periklanan” yang diadopsi dari bahasa Inggris “advertising agency”, diputuskan lebih tepat. Mereka menginginkan pembedaan image dari biro-biro reklame pinggir jalan karena sejak pertengahan 1965, dunia periklanan Indonesia mulai bersentuhan dengan periklanan modern.

Gagasan pembentukan asosiasi baru kemudian diprakarsai oleh anggota delegasi Indonesia untuk Asian Advertising Congress dengan pembentukan asosiasi baru di restoran Chez Mario jalan Juanda III/23 Jakarta. Hasilnya pada tanggal 20 Desember 1972, lahirlah asosiasi baru yang diberi nama Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, dengan menawarkan wacana dan imej baru yang lebih maju dari sekadar kolportir iklan seperti yang dilakukan oleh asosiasi sebelumnya. PBRI pun melebur di dalam PPPI. Kongres PPPI pertama yang merupakan Kongres PBRI terakhir pada tanggal 20 Desember 1972 tersebut, menetapkan Ketua Umum Abdul Moeis Chandra sebagai Ketua Umum yang menjabat hingga dua periode. Pengurus lainnya diisi oleh Savrinus Suardi (Wakil Ketua), Usamah, Sjahrial Djalil dan Yo Wijayakusuma. Melalui Sjahrial Djalil, logo PPPI dibuat dan dipakai sampai hari ini. Logo tersebut menurut Sjahrial Djalil melambangkan semangat persatuan dan organisasi.


Savrinus Suardi dalam pidatonya mengingatkan pentingnya kontribusi insan-insan periklanan dalam wadah PPPI untuk berperan aktif memajukan bangsa. Salah satu karya yang dicontohkan pada masa peran PPPI di masa lalu adalah 'komunikasi langsung' pemerintah kepada rakyat dalam bentuk Kelompencapir, yang merupakan hasil sumbang pikir PPPI. Kepada Ketua Umum Narga Shakri Habib dan kabinetnya, ia mengingatkan pentingnya berperan melalui jalur-jalur strategis pemerintahan.

Baty Subakti, salah satu mantan Ketua Umum PPPI menjelaskan bahwa dari penelusuran sejarah periklanan yang telah dirangkumnya, diketahui bahwa cikal bakal PPPI yaitu PBRI, mulanya berdiri atas meleburnya dua asosiasi yaitu asosiasi perusahaan periklanan nasional dan asosiasi perusahaan periklanan multinasional (yang saat itu adalah oleh pihak Belanda). Hingga pada saat pertama pendirian PPPI, 40% anggota saat itu pun adalah agency multinasional. "Agency nasional maupun multinasional memiliki vote yang sama, mengingat sejarah ini," simpulnya.

Yusca Ismail, pula menjelaskan bahwa pada masa menjelang keaktifannya di asosiasi periklanan, pendirian asosiasi lain di luar PPPI pula pernah terjadi dengan hadirnya Himpunan Praktisi Periklanan Indonesia (HPPI), yang kemudian hilang dengan sendirinya. "Jadi jikapun sejarah lalu berulang, tidaklah merupakan hal mengherankan."

Berdasar sejarah pendirian PPPI, fase awal PPPI diusulkan untuk memajukan perusahaan periklanan dengan membuat akreditasi, agar pengakuan dari luar (media dan pengiklan) terhadap perusahaan periklanan tercipta utuh serta mendapatkan porsi setara dalam tata niaga di industri periklanan. Gagasan yang telah berjalan sepanjang tiga puluh tiga tahun ini pada kenyataannya, masih terus dikumandangkan di setiap Kongres dan belum memperlihatkan hasilnya.

Narga Shakri Habib, Ketua Umum PPPI periode 2005 – 2008 , menjelaskan bahwa untuk dapat menjembatani realisasi cita-cita akreditasi ini, kepengurusannya telah menetapkan langkah-langkah yang dipertimbangkan dapat secara nyata mewujudkan harapan tersebut. Secara internal, langkah ini diawali dengan mewujudkan satu dari Amanat Kongres ke-13 yaitu melakukan klasifikasi anggota.

“Rapat Kerja Pengurus Pusat PPPI telah menggariskan program kerja untuk mewujudkan intisari amanat Kongres ke-13 yaitu: tata niaga periklanan yang sehat, penataan organisasi dan pengembangan daerah.” Lebih lanjut Narga menjelaskan bahwa salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah berkaitan dengan pertemuan Pengurus Pusat PPPI dengan Dewan Periklanan Indonesia (DPI) dalam waktu dekat ini . (ank)

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:
Narga S Habib (Ketua Umum PPPI) - 08121188272
Anita Kastubi (Ka. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat) – 0815 964 0110

Sunday, December 04, 2005

SERAH TERIMA KEPENGURUSAN PPPI PUSAT

Jakarta, 4 Desember 2005 – Serah terima kepengurusanPPPI dari Pengurus Pusat periode 2002 – 2005 kepadaPengurus Pusat Periode 2005 – 2008, akhirnya dilangsungkan pada hari Jumat lalu tanggal 2 Desember2005, di Café Tator Pondok Indah Mall 1, Jakarta. Penyerahan kepengurusan dilakukan oleh RTS Masli KetuaUmum periode 2002 – 2005 didampingi Aswan Soendojo selaku Sekretaris Jendral dan ex Pengurus Pusatlainnya Rudy Harjanto (Ketua Bidang Hubungan Internasional) dan Iim Ibrahim (Ketua BidangKeuangan); kepada Narga Shakri Habib Ketua Umum barudidampingi Hery Margono (Ketua Hukum danPerundang-undangan) dan Anita Kastubi (KetuaKomunikasi dan Hubungan Masyarakat).

Kegiatan serah terima ini berlangsung setelah dua setengah bulan dari tanggal kegiatan Kongres ke XIIIPPPI di Surabaya 17 September 2005 lalu. Untuk hal berkaitan ketentuan dalam AD dan ART tentang waktupenyerahan kepengurusan maksimal satu bulan setelah Kongres, RTS Masli menyampaikan beberapa penyebab penundaan terkait teknis administrasi dan beberapa hal penyelesaian pembiayaan dan finansial asosiasiberkaitan dengan pihak-pihak ketiga di kepengurusan 2002–2005. Narga S Habib, sesuai kegiatan serah terima ini menjelaskan pentingnya kegiatan serah terima agar tepat waktu.

“Para anggota asosiasi baik di Jakarta maupun daerah menunggu langkah-langkah strategis yangdijalankan oleh Kepengurusan Baru. Dan selama satu setengah bulan kemarin, kami sulit melakukan kegiatanresmi, mengingat serah terima belum dilaksanakan.”Selanjutnya Narga S. Habib menjelaskan bahwa langkah terdekat yang akan dilakukan adalah kegiatan Rapat Kerja Pengurus Pusat PPPI untuk menghasilkan blueprint aksi program 2005-2008 sebagai langkah-langkah mewujudkan Amanat Kongres XIII, pada tanggal 17Desember 2005 mendatang. ”Hasilnya akan dikomunikasikan kepada seluruh anggota PPPI, agar seluruh anggota dapat mengikuti dan mendukung langkah-langkah yang diupayakan, demi perubahan yangdiharapkan dapat berhasil diwujudkan.” (ank)

Thursday, December 01, 2005

Program Kerja Pengurus PPPI DIY 2005-2008

Sekedar mengingatkan, berikut kami muat sekali lagi Program Pengurus Daerah seperti yang telah dipresentasikan dalam Launching Pengurus Daerah PPPI DIY di Sheraton Mustika Yogyakarta beberapa saat yang lalu. Beberapa program sudah berjalan dan beberapa yang lain dalam penggodogan konsep untuk dilaksanakan.

Program Jangka Pendek

a. Roadshow ke Media Massa dan Asosiasi Kolega
b. Kongres Nasional PPPI 2005 di Surabaya (sudah terlaksana)
c. Organisasi
d. Keanggotaan:

  • Iuran
  • Permasalahan Internal
  • Pertemuan Rutin (misal: arisan)
  • Mekanisme Pitching Internal

Program Jangka Panjang
a. Membangun Jogja Creative Society
b. Pinasthika Ad.Festival
c. Newsletter Internal
d. Seminar & Pelatihan
e. Creative Workshop
f. Networking Universitas

Syawalan Ria

Namanya bulan baik, tentu wajib dimanfaatkan untuk berbuat baik, saling memafkan dan berjanji untuk berbuat yang lebih baik lagi di masa mendatang. Hari-hari seputar lebaran ini, asosiasi kita bekerjasama dengan asosiasi lainnya dan media menyelenggarakan kegiatan Syawalan bersama. Berikut beberapa laporannya:

Syawalan Bersama Asosiasi

Masyarakat Pers Yogyakarta akhir bulan lalu menyelenggarakan syawalan bersama. Bertempat di Pendopo Balai Kota Timoho, acara tersebut dihadiri kalangan pekerja pers, Walikota Herry Zudianto dan Wawali Sukri Fadoli, pejabat Pemkot dan para relasi. Dari masyarakat pers antara lain sejumlah pemimpin media cetak dan elektronik Yogyakarta, kalangan wartawan dan wakil organisasi pers seperti PWI, IKWI, SPS, SGP, PRSSNI, Komisi Penyiaran Indonesia Yogyakarta, PPPI Pengda DIY dan para relasi.

Syawalan Pengurus PPPI dengan Media

Pada tanggal 28 November 2005 bertempat di Tulip Room Hotel Mulia Jakarta, diadakan Syawalan antara Pengurus Pusat PPPI dengan 3 Media (Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka dan Pikiran Rakyat). Pada acara tersebut hadir pula beberapa Pengurus Daerah PPPI antara lain Ketua Pengda DIY Eri Kuncoro, Ketua Pengda DKI Adnan Iskandar dan Ketua Pengda Jabar. Dalam acara ini juga diduskusikan bagaimana sinergi yang positif antara Media dan Agency dalam menghadapi situasi bisnis tahun 2006.

Syawalan Gubernur dengan Asosiasi Pengusaha Yogyakarta

Pada tanggal 27 November 2005 bertempat di pendopo Kepatihan diadakan syawalan antara Bapak Gubernur dengan Asosiasi-asosiasi yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain diisi dengan pertunjukkan musik yang menampilkan sebuah grup musik anak jalanan, pada acara itu juga dibacakan deklarasi asosiasi se DIY, yang intinya meminta pemerintah untuk dapat lebih memperhatikan dan memberdayakan usaha kecil dan menengah ditengah kondisi perekonomian Indonesia yang sedang menurun.

Sunday, November 20, 2005

Pameran Adfest di Bentara Budaya

Thursday, October 13, 2005

Rapat Terakhir Bersama Mas Mokoo


PPPI Pengda DIY, Kedaulatan Rakyat dan masyarakat periklanan Indonesia berduka. Salah satu putra terbaiknya telah berpulang, Rabu, 12 Oktober 2005 pukul 02.58 di RS Panti Rapih Yogyakarta dalam usia 39 tahun. Mas Mokoo meninggalkan istri dan seorang anak.

Mas Mokoo, panggilan akrab Drs. Antonius Ambar Widiatmoko begitu cepat pergi, meninggalkan kita semua yang seolah tak percaya. Bahkan Mas Mokoo hadir pada rapat pengurus PPPI terakhir 2 hari sebelumnya, Senin, 10 Oktober 2005 di Sekretariat PPPI DIY. Rapat yang sangat efektif dan menghasilkan beberapa poin kesepakatan penting. Tak ada tanda-tanda bahwa itu adalah rapat terakhir yang akan dihadiri Mas Mokoo. Dia tampak gembira, penuh humor dan bersemangat mengikuti jalannya rapat dari jam 18.00 sampai selesai sekitar jam 21.00.

Banyak yang telah ditinggalkannya untuk kita semua. Sebagai Sekretaris Pengda Tahun 2003-2005 dan terplih kembali untuk periode 2005-2008, Mas Mokoo berjasa sangat besar untuk tumbuhnya PPPI sebagai asosiasi yang diakui keberadaannya di industri periklanan maupun industri keseluruhannya. Khusus untuk PPPI DIY dengan digelarnya Pinasthika Ad.Festival, dari mulai hadir 5 tahun yang lalu sampai yang terakhir 2005 semakin diakui sebagai festival periklanan terbesar di Indonesia, salah satunya berkat kiprahnya dalam mengeratkan hubungan kerjasama PPPI DIY dan Kedaulatan Rakyat.

Selain aktif di PPPI, beliau juga pernah menjadi Konsultan Pemasaran Harian Kedaulatan Rakyat dan salah satu pendiri biro iklan Digimedia. Dari tangan dinginnya lahir konsep pemasaran above dan below the line untuk KR dan Koran Merapi sehingga menjadi Koran terbesar di Yogyakarta dan sekitarnya.

Bapak SY. Eri Kuncoro, Ketua PPPI DIY sekaligus sahabat yang berhubungan akrab dengannya dalam kurun waktu yang sangat panjang menyatakan sangat kehilangan seorang partner, seorang organisatoris, seklaigus seorang sahabat. Sebagai catatan, event terbesar yang mereka kerjakan berdua adalah perhelatan spektakuler Gita Prawira Warta pada1 Oktober 2005 sebagai puncak acara HUT 60 Tahun KR. Bekerjasama dengan Ajik Tarmizi (Starcom), Mas Moko sukses memecahkan rekor Muri sepeda gembira dalam rangka HUT 60 KR dengan peserta 32.000 orang. Sungguh prestasi yang membanggakan.

Pada 13 Oktober 2005 jam 12.00, Mas Mokoo telah beristirahat tenang di pemakaman Baleharjo, Wonosari. Selamat jalan Mas Mokoo, apa yang telah kau ukir dengan semangat dan keringat demi industri ini akan kami jaga dan lanjutkan terus. Terima kasih yang terhingga dari semua sahabatmu di sini.

Sunday, September 18, 2005

FORUM WASPADA

(Wahana Aspirasi Daerah)

Melalui beberapa pertemuan dan komunikasi informal antar pengurus daerah dalam diskusi-diskusi baik sebelum kongres maupun pada masa-masa kongres dengan agenda utama memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan organisasi PPPI, maka forum ini menghasilkan beberapa pemikiran yang dituangkan dalam rekomendasi dan tuntutan bagi organisasi yang diamanatkan melalui kongres PPPI XIII khususnya melalui pemilihan ketua-sekjen PPPI periode 2005-2008

Forum pengurus daerah memandang pentingnya kongres menghasilkan agenda program PPPI yang dapat mengakomodir permasalahan, tuntutan, kekinian dan dinamika organisasi dimana hal tersebut nantinya akan dijalankan sebagai program sekaligus amanat kongres selaku lembaga tertinggi organisasi oleh pengurus (ketua-sekjen) yang terpilih dalam kongres.

Forum selain memberikan kepercayaan kepada mekanisme yang dijalankan dalam sidang-sidang komisi juga ingin memberikan suatu penekanan pada hal-hal yang menyangkut kepentingan anggota di setiap pengurus daerah agar memiliki manfaat dan kebanggaan sebagai anggota PPPI serta memiliki kesetaraan bagi setiap anggota PPPI yang diwujudkan dengan menyampaikan 3 pokok sebagai berikut :

  • Memberikan gambaran ideal kriteria sosok pemimpin yang diiharapkan
  • Tuntutan kepada Ketua dan Sekjen untuk lebih mengakomodir hal-hal mendasar yang diperlukan oleh tiap pengurus daerah dalam berorganisasi dan berbisnis
  • Hanya memberikan dukungan kepada calon ketua dan sekjen yang memiliki komitmen memajukan periklanan daerah sesuai butir 1 dan 2.

Sebagai penjabaran dari butir–butir yang kami maksudkan diatas adalah sebagai berikut :

Kriteria Ketua-Sekjen yang diperlukan dalam mengemban amanat kongres dan memimpin organisasi PPPI

  1. Memiliki perusahaan yang sehat dan meiliki kredibilitas
  2. Memiliki komitmen waktu
  3. Smart dan Profesional
  4. Memiliki jaringan dan bargaining power kepada legislative, eksekutif dan media serta stake holder yang lainnya.
  5. Reformis dan jiwa mendobrak
  6. Idealis
  7. Nasionalis
  8. Berwawasan bisnis periklanan dan komunikasi yang dinamis

Tuntutan pengurus daerah dan anggota pengurus daerah kepada pengurus PPPI 2005-2008 (ketua-sekjen) selain yang merupakan kebutuhan akan pemenuhan persoalan-persoalan umum yang dihadapi PPPI:

  1. Secara nyata merealisasikan manfaat sebagai anggota PPPI
  2. Melakukan koordinasi dan komunikasi yang lebih intens dengan pengurus daerah
  3. Mampu menginventarisasi permasalahan di setiap daerah dan membuat skala prioritas dalam penyelsaiannya
  4. Mendukung dan memberikan asistensi bagi program-program yang dibuat oleh pengurus daerah

Hal-hal yang kami sampaikan diatas bukan hanya merupakan tuntutan yang berimplikasi kepada komunikasi satu arah. Dengan sebuah kesadaran seluruh komponen dalam forum ini juga memiliki upaya dan komitmen untuk menegakan organisasi secara inisatif, pro aktif dan inovatif sehingga dapat menjadi komunikasi dua arah yang dapat mewujudkan kesetaraan sesuai tema yang kita angkat dalam tema kongres XIII.

Disampaikan di Surabaya, 17 September 2005

Pengda DKI
Pengda JABAR
Pengda JATENG
Pengda JATIM
Pengda DIY
Pengda BALI
Pengda SUMUT
Pengda KALBAR
Perwakilan SULSEL
Perwakilan NTB